LITERASI DALAM WAJAH PENDIDIKAN

Mendorong Cerita Adit dan Sopo Jarwo Sebagai Cermin Kreativitas Anak Bangsa

     Literasi sastra merupakan dimensi bidang kajian yang memiliki cakupan memperdaya masyarakat dalam mencintai sastra agar nilai-nilaj etika, estetika, dan moral dalam bermasyarakat. Dalam perkembangan zaman sekarang ini banyak sastra yang sudah berkembang, salah satunya sastra anak. Sastra anak ini dapat dibagi atas beberapa macam. Dalam esai saya ini, saya mengangkat sastra anak berupa film animasi, yang berjudul Adit dan Sopo Jarwo. Film animasi tentunya semua orang sudah pernah menontonnya, bahkan seiring berjalannya waktu, film animasi terus dikembangkan. Nah, dalam negara Indonesia ada lo film animasi nasional. Nah, yang lagi boomingnya ini nih  serial animasi Adit dan Sopo Jarwo. Pasti kita sudah pernah mendengar film animasi  ini bahkan sudah menontonnya! Masa ngaku orang Indonesia, tapi sama produk dalam negeri sendiri aja nggak kenal. Film ini pertama dirilis pada 27  Januari 2014 dan ini ditayangkan di MNC TV.
     Tokoh protagonis (utama)  dari animasi ini adalah Adit, dan tokoh antagonisnya adalah Bang Sopo dan Bang Jarwo. Animasi ini dilatarbelakangi oleh persahabatan antara Adit, Dennis, Mitha, dan Devi, serta simungil Adelya yang kehidupannya diwarnai petualangan tak terduga. Adit berperan sebagai penggerak, motivator, juga inspirator bagi para sahabatnya untuk melewati hari- hari dalam menggapai mimpi dimasa mendatang. Namun, perjalanan mereka tidak berjalan mulus kayak jalan tol. Mereka harus berhadapan dengan duo yang sekilas mencari celah untuk mendapat keuntungan tanpa usaha, siapa lagi kalau bukan Bang Sopo dan Bang Jarwo.

   Serial animasi ini lahir dari pengamatan dan potret dari secuplik budaya Indonesia.

Komentar

Posting Komentar